Laman

Senin, 14 Juni 2010

KELOMPOK 3

DISUSUN OLEH:
1. M. AGUNG SUBIARTO (224307025)
2. DANIEL HENRIANTO (224307026)
3. HARI MULYADI (224307030)
4. ZULMI LINDIARTO (224307031)

PROPOSAL SKRIPSI
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia merupakan Negara maritim, peranan transportasi laut penyeberangan sangat dominan dalam memperlancar arus barang dan manusia, maka penyediaan sarana dan prasarana transportasi dan penyeberangan harus dapat mengatasi kebutuhan permintaan akan jasa transportasi laut secara efisien.
Semakin tingginya arus barang dan manusia melalui laut dan penyeberangan sebagai akibat dari laju pembangunan nasional dan pemerataan hasil – hasil pembangunan keseluruh pelosok tanah air, kebutuhan lintasan penyeberangan antar pulau dan antara pelabuhan semakin meningkat juga. Kelancaran angkutan laut membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional melalui pengembangan potensi ekonomi yang ada.
Sebagai suatu perusahaan yang mengerti akan kebutuhan konsumen terhadap sarana transportasi PT. PELNI memberikan jasa transportasi penyeberangan yang meliputi seluruh propinsi di Indonesia dengan pelayannan di 91 pelabuhan, salah satu route transportasi penyebrangan yang terdapat di PT. PELNI adalah route tg. Priouk – makasar.

Pada route tg priok sering kali perusahaan menghadapi masalah-masalah yang berkaitan langsug dengan konsumen.berdasarkan masalah-masalah yang timbul maka PT.PELNI perlu melakukan kegiatan pemasaran untuk dapat menarik konsumen sebanyak-banyaknya, perusahaan jasa angkutan berusaha untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik.
Pemasaran yang dilakukan oleh PT. PELNI membuatnya menjadi perusahaan yang diarahkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan berdasarkan alasan-alasan diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai “ANALISIS HUBUNGAN BIAYA PROMOSI DENGAN PENDAPATAN KM. GANDA DEWATA ROUTE TG. PRIOK – MAKASAR PT. PELNI TAHUN 2007 – 2008”.

2. RUMUSAN MASALAH
A. Identifikasi Masalah
Bertitik tolak dengan apa yang telah dibahas diatas, maka penulis mengidentifikasikan pokok permasalahannya sebagai berikut:
1. Terjadinya penurunan biaya promosi KM. GANDA DEWATA PT. PELNI dari tahun 2007 sampai 2008.
2. Apakah dengan adanya biaya promosi KM. GANDA DEWATA PT. PELNI lebih memberikan keuntungan bagi perusahaan.
3. Terjadinya penurunan pendapatan KM. GANDA DEWATA PT. PELNI pada tahun 2008.


B. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijabarkan diatas, penelitian ini hanya dibatasi dengan masalah analisis hubungan biaya promosi dengan pendapatan KM. GANDA DEWATA pada PT. PELNI tahun 2007 – 2008.

C. Pokok Permasalahan
Dengan adanya pernyataan tersebut diatas maka permasalahanyang diangkat oleh penulis adalah:
1. Bagaimana biaya promosi yang telah dilakukan oleh KM. GANDA DEWATA PT. PELNI tahun 2007 – 2008?
2. Bagaimanakah jumlah pendapatan KM. GANDA DEWATA PT. PELNI 2007 – 2008?
3. Apakah hubungan antara biaya promosi dan jumlah pendapatan KM. GANDA DEWATA PT. PELNI?

3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
A. Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui biaya promosi KM. GANDA DEWATA PT. PELNI tahun 2007 – 2008
2. Untuk mengetahui jumlah pendapatan KM. GANDA DEWATA PT. PELNI tahun 2007 – 2008
3. Untuk mengetahui hubungan antara biaya promosi terhadap jumlah
pendapatan KM. GANDA DEWATA tahun 2007 – 2008.

B. Manfaat dari penelitian adalah:
a. Bagi Penulis
Dapat memberikan pengetahuan yang lebih dalam bidang jasa transportasi laut,khususnya pengetahuan tentang pemasaran dan pendapatan.
b. Bagi PT.PELNI
Sebagai informasi kepada perusahaan yang telah diteliti untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan perusahaan dalam meningkatkan jumlah penumpang.

4. METODE PENELITIAN
Dalam pengumpulan data untuk memecahkan masalah pada penyusunan skripsi ini maka metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

A. Metode Pengumpulan Data
• Penelitian Lapangan (field reasearch)
Dalam riset ini penelitian dilakukan secara langsung pada objek yang diteliti untuk mendapatkan data priimer secara langsung dari perusahaan sebagai objek penelitian dengan cara interview dan tanya jawab.
1. Observasi
Suatu pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan terhadap fasilitas fisik dan meninjau kegiatan perusahaan yang relevan dan terkait untuk memperoleh data yang nyata mengenai kegiatan pemasaran perusahaan.

2. Interview
Suatu pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab kepada pejabat dan petugas yang berwenang guna memperoleh data sesuai yang diharapkan.
3. Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data dari dokumen – dokumen perusahaan berupa sejarah perusahaan, biaya promosi dan hasil pendapatan tahun 2004 – 2006.
• Penelitian Kepustakaan (library research)
Data yang diperoleh melalui pengamatan data yang dilakukan dengan cara membaca, mempelajari, dan mengutip buku – buku literatur yang berhubungan dengan masalah yang penulis angkat.

Metode Analisis Data
Metode analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menggunakan cara berikut:
a. Analisis Regresi Linier Sederhana (J. Supranto,2000 : 174)
Analisis ini digunakn untuk mengetahui hubungan antara biaya promosi dengan pendapatan atau membuktikan adanya hubungan antara variable X dan Y. Adapun rumus yang digunakan untuk regresi linear sederhana yaitu:


Y = a + bx
a = n  XY  (X) (Y)

n

b = n XY  X . Y

n X²  (X)²

b. Koefisien korelasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara biaya promosi dengan pendapatan perusahaan yang dinyatakan dalam rumus yang di kemukakan olej j.supranto (2000:175) sebagai berikut:

r = n XY-  X. Y
 n  X² (X)n² Y² (Y)²

Keterangan : a = konstanta

b = koefesiensi regresi

n= jumlah periode analisis tahunan

x= pengaruh pemasaran

y= jumlah penggunaan jasa transportasi

r = koefesien korelasi antara x dan y

• Jika r atau mendekati 1, maka hubungan antara variable x dan y sangat kuat dan bernilai negative.
• Jika r = -1 atau mendekati -1 maka hubungan antara x dan y sanagat kuat dan naegatif
• Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara x dan y adalah lemah sekali atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
c. koefesien penentu ( kp)
Analisis ini di gunakan untuk menentukan besarnya kontribusi variable terhadap variable x terhadap variable y (dalam%) dengan rumus :
KP-r2 x 100%







d. Uji hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai hitung terhadap table.
1. Untuk mengetahui hitung digunakan rumus :
t৹= rn-2

1  (r)²

2. Menghitung table dengan derajat kebebasan df= (n-2) dan  =0,05.
3. Ketentuan mengambil keputusan
a. Menolak Ho bila to > ttabel, jika Ho ditolak maka Ha diterima.
b. Menolak Ho bila to < ttabel, jika Ho diterima maka Ha ditolak.

5. HIPOTESIS
Adapun hipotesis yang diambil penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: “Terdapat hubungan positif antara biaya promosi dan pendapatan KM.GANDA DEWATA. Milik PT.PELNI tahun 2007-2008”.

6. SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk lebih jelasnya mengenai isi keseluruhan dari skripsi ini,penulis terlebih dahulu menyususn sitematika skripsi sebagai berikut:


BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang masalah, identifikasi
Masalah, rumusan masalah yang akan dibahas, tujuan dan manfaat dari penelitian, metodelogi penelitian, hipotesis serta sistematika penulisan yang dilakukan dalam menyusun skripsi.

BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini, dijelaskan tinjauan pustaka yang menguraikan teori yang berkenaan dengan jasa angkutan laut, marketing atau pemasaran, bauran pemasaran, pengertian biaya, promosi, jasa, jasa tranportasi dan pendapatan.

BAB III : GAMBARAN UMUM PT.PELNI
Dalam bab ini akan menerangkan tentang Sejarah Singkat PT.Pelni
Yang menjadi objek penelitian,organisasi dan manajemen,dan kegiatan perusahaan.

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menjelaskan tentang analisis hubungan biaya promosi dengan pendapatan KM. GANDA DEWATA rute Tg.Priok-Makasar pada PT.Pelni Jakarta tahun 2007-2008 dengan menggunakan rumus-rumus yang di jelaskan pada bab I.



BAB V : PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir,yang memuat kesimpulan dan saran yang merupakan persyaratan singkat yang diambil dari pembahasan dan penelitian serta sumbangan pemikiran yang didapat dari hasil penelitian.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN PEMASARAN DAN MANAJEMEN PEMASARAN
Pemasaran merupakan fungsi bisnis yang bertugas untuk mengenali kebutuhan dan keinginan pelanggan,menentukan pasar sasaran mana yang dapat dilayani dengan sebaik-baiknya oleh perusahaan serta merancang produk,jasa dan program yang tepat untuk melayani pasar tersebut.Disamping itu,pemasaran juga merupakan suatu objek bagi semua orang dan pada segala masa pemasaran terdiri atas serangkaian prinsip untuk memilihpasarsasaran(targetmarkets), mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan barang dan jasa pemuasa keinginan.
Amstrong (1997: 6) mengemukakan :
”Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbale balik produk dan nilai dengan orang lain”.
Definisi lain menurut Stanton yang disadur oleh swasta (1984 : 10) adalah: Pemasaran adalah system keseluruhan dari keguatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan,harga,mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Adapun unsur unsur penting yang terkandung dalam definisi tersebut adalah :

1. Definisi sistem dan definisi yang bersifat manajemen.
2. Sistem bisnis yang ada harus beroreintasi pada pasar atau konsumen.kebutuhan pembeli harus di pahami dan dilayani dengan efektif.
3. Pemasaran merupakan suatu peroses usaha yang dinamis (proses keseluruhan yang terintegrasi) tidak sekedar penggolongan lembaga dan fungsi-fungsi saja. pemasaran bukan lah suatu kegiatan atupun sejumlah kegiatan tetepi merupakan hasil interksi dari banyak kegiatan.
4. Program pemasaran bermula dari suatu ide tentang produk dan tidak berakhir sampai kebutuhan langganan terlayani, yang kadang-kadang terjadi sesudah penjualan dilakukan.
5. Untuk mencapai sukses, pemasaran harus dapat memaksimum kan penjualan yang menguntung kan dalam jangka panjang . jadi, pembeli harus dilayani dengan memuaskan agar bersedia memebeli kembali pada perusahaan tersebut.
Pemasaran merupakan suatu faktor penting dalam suatu siklus yang bermula dan berakhir dengan kebutuhan konsumen. pemasaran juga harus dapat menafsirkan kebutuhan-kebutuhan konsumen dan mengkombinasikanya dengan data pasar . selain itu, dalam kegiatan nya pemasaran perlu dilakukan dengan manajemen yang baik.

Adapun pengertian manajemen Pemasaran menurut Assauri (1987: 12):
Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program – program yang dibuat untuk membentuk, membangun dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang.
Manajemen pemasaran merupakan suatu proses yang perlu dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. terdiri dari masukan yang kemudian di analisis dan akhirnya munculah output yang berupa suatu keputusan dan kebijakan yang harus di tempuh guna mencapai tujuan perusahaan.

B. BAURAN PEMASARAN
Bauran pemasaran merupakan pembauran dari variable variable pemasaran yang dapat dikendalikan,yang digunakan perusahaan untuk mencapai tingkat penjualan yang diharapkan di pasar sasaran. dengan demikian bauran pemasaran merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan dan juga . merupakan satu konsep kunci dalam teori pemasaran modern banyak sekali pengertian tentang bauran pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli .
Menurut swatha (1999:78) bauran pemasaran adalah :
Kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari sistim pemasaran perusahaan , yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.


Selanjutnya pengertian bauran pemasaran adalah :
Tindakan – tindakan yang di ambil untuk memenuhi segmen pasar yang telah di pilih dan terdiri dari produk,harga,distribusi dan promos" (cahyono.1999:79)
dari definisi-definisi yang sudah di uraikan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa bauran pemasaran merupakan suatu perpaduan dari variable variable pemasaran yang terkontrol yang terdiri dari produk,harga,tempat dan promosi yang di lakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka memuaskan kebutuhan konsumen akan suatu barang dan jasa .
bauran pemasaran terdiri dari segala sesuatu yang dapat di lakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya.
Untuk lebih mengenal pemasaran maka ada baiknya kita mengenal bauran pemasaran itu, adapun pengertian lain dari bauran pemasaran adalah :

a. Product
Produk merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang di tunjukan untuk mencapai tujuan oprganisasi melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. dalam konteks ini, produk bisa berupa apa saja ( baik yang berwujud fisik maupun yang tidak ) yang dapat di tawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan keinginan tertentu.




b. Pricing
Keputusan bauran harga berkenanan dengan kebijakan strategis dan taktisseperti tingkat haraga diantara berbagai kelompok pelanggan. Pada umumnya, aspek-aspek ini mirip dengan yang biasa dijumpai pemasar barang.

c. Promotion
Bauran promosi tradisional meliputi berbagai metode untuk mengkomunikasikan manfaat jasa kepada pelanggan potensial dan actual. Metode-metode tersebutterdiri atas periklanan, promosi penjualan, direct marketing, personal selling, dan public relation, meskipun secara garis besar bauran promosi jasa seringkali membutuhkan penekanan tertentu pada upaya meningkatkan kenampakan tangibilitas jasa. Selain itu, dalam kasus pemasaran jasa, personal produksi juga menjadi bagian penting dalam bauran promosi.

d. Place
Keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan potensial. Keputusan ini meliputi lokasi fisik misalnya keputusan mengenai penggunan perantara untuk meningkatkan aksesibilitas jasa bagi para pelanggan, dan keputusan non lokasi yang ditetapkan demi ketersedian jasa
(contohnya : penggunaan telephon delivery system).




e. People
Merupakan unsur vital dalam bauran pemasaran. Bila produksi dapat dipisahkan dengan konsumsi, sebagaimana dijumpai dalam kebanyakan kasus pemasaran barang manufaktur, pihak manajemen biasanya dapat mengurangi pengaruh langsung sumber daya manusia terhadap output akhir yang diterima pelanggan.
Konsumen tidak terlalu memusingkan karyawan produksi berpakaian acak-acakan, berbahasa kasar di tempat kerja atau datang terlambat ketempat kerjaanya. Yang penting bagi pembeli adalah kualitas mobil yang dibelinya. Untuk mencapai standar yang diterapkan metode-metode rekruitmen, pelatihan, permotivasian dan penilaian kinerja karyawan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai keputusan personalia, semua itu juga merupakan keputusan bauran pemasaran yang terpenting.
Karakteristik intangible pada jasa menyebabkan pelanggan potensial tidak bias menilai suatu jasa sebelum mengkonsumsinya. Ini menyebabkan resiko yang dipersepsikan konsumen dalam keputusan pembeli semakin besar. Oleh sebab itu, salah satu unsure penting dalam bauran pemasaran adalah upaya mengurangi tingkat risiko tersebut dengan jalan menawarkan bukti fisik dari karakteristik jasa.

C. PENGERTIAN BIAYA
Untuk mengartikan biaya, banyak cara yang dilakukan sesuai dengan kepentingan biaya tersebut.
Menurut Mulyadi (1986: 3) bahwa :
”Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang terjadi atas kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu”.

Menurut Putong (2003 :111) bahwa :
“Biaya (cost) adalah segala pengeluaran yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan dimasa yang akan datang”.
Jadi biaya dapat diartikan semua pengeluaran yang secara langsung atau tidak langsung memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan periode berikutnya.
Dalam perusahaannya, perhitungan biaya pada umumnya mempunyai tujuan uang sama, yaitu untuk memperkirakan besarnya biaya yang akan ditanggung Untuk suatu kegiatan atau proses produksi dan kemudian dapat pula ditentukan beberapa harga jual dari barang yang akan dihasilkan atau jasa yang akan dihasilkan.

D. PENGERTIAN PROMOSI
Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian dan penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen. Hal ini tentunya dilakukan dengan menggunakan alat – alat promosi diantaranya:
1. Periklanan
Periklanan adalah segala macam bentuk komunikasi yang dibayar dimana sponsor maupun perusahaan diidentifikasi. Dengan kata lain periklanan bisa juga diartikan sebagai komunikasi bukan pribadi, satu arah mengenai sebuah produk atau organisasi yang dibayar oleh seorang pemasar.

2. Penjual Perseorangan
Tujuan seluruh usaha pemasaran pada umumnya adalah meningkatkan penjualan yang dapat dihasilkan laba dengan menawarkan kebutuhan yang memuaskan kepada pasar dalam jangka panjang. Penjual perseorangan merupakan salah satu metode promosi untuk mencapai tujuan tersebut, dan usaha ini memerlukan lebih banyak tenaga kerja atau tenaga penjualan.
Sifat penjual perseorangan dapat dikatakan lebih fleksibel karena tenaga penjual dapat secara langsung menyesuaikan penawaran penjual dengan kebutuhan dan prilaku masing – masing calon pembeli. Selain itu, tenaga penjual juga dapat segera mengetahui reaksi calon pembeli terhadap penawaran penjual sehingga dapat mengadakan penyesuaian – penyesuaian ditempat pada saat itu juga.

3. Promosi Penjualan
Pengertian promosi penjualan menurut Swastha (1984: 279):
Kegiatan – kegiatan pemasaran selain penjual perseorangan, periklanan, publisitas, yang mendorong efektivitas pembelian konsumen dan pesaing dengan menggunakan alat – alat seprti peragaan, pameran, demonstrasi dan sebagainya.
Dalam perusahaan, bagian promosi penjuaalan dapat mengadakan kerjasama dalam kelompok atau badan lain seperti konsumen, dealer, distributor, atau bagian lain dalam departemen pemasaran. Promosi penjualan yang ditunjukan kepada pembeli meliputi pemberian kupon, harga khusus, contoh gratis dan kontes. Masing – masing dari insentif ini dirancang untuk menghasilkan tindakan tertentu dari pembeli seperti pembelian, kunjungan ke toko atau pernyataan mengenai produk atau jasa. Produk penjualan yang ditunjukan kepada distributor meliputi bantuan jangka pendek dan bantuan penataan barang, bantuan perlengkapan, pemberian penghargaan, dan macam – macam insentif lain yang ditawarkan untuk menghasilkan bantuan tertentu dari distributor dalam merangsang tindakan oleh pembeli.

4. Publikasi
Publisitas merupakan usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara non personal dengan membuat, baik berita yang bersifat komersial tentang produk tersebut didalam media cetak maupun elektronik atau hasil dari wawancara yang disiarkan media tersebut.
Program publisitas antara lain:
a. Publikasi
b. Events
c. Hubungan dengan investor
d. Pameran
Publisitas merupakan kiat pemasaran penting lainnya, dimana perusahaan tidak harus berhubungan hanya dengan pelanggan, pemasok, dan penyalur, tetapi perusahaan harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan konsumen yang lebih besar.




E. PENGERTIAN JASA
Banyak peluang bisnis yang muncul dari sektor perekonomian global, demikian pula halnya kesempatan kerja semakin luas. Adapun pengertian jasa yang dikekukakan oleh seorang ahli sebagai berikut:
Menurut Kotler dalam buku Merketing for hospitaly and tourism (1996: 82 – 86) karakteristik jasa adalah:

1. Intangibility
Tidak seperti produk yang berwujud, jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, didengar atau dicium sebelum dibeli. Misalnya, orang yang akan menjalani operasi pelastik tidak dapat melihat hasilnya sebelum orang tersebut menjalani operasi tersebut.

2. Inseparability
Jasa tidak dapat dipisahkan dengan penyedia jasa tersebut, sebuah rumah makan mungkin menyediakan makanan lezat, namun apabila pelayan yang menyajikan makanan tersebut tidak bersikap baik terhadap konsumen maka hal tersebut dapat menurunkan tingkat kualitas jasa tersebut.





DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi. Penerbit Rajawali Pers, Jakarta, 1987.

Basu Swatha: Azaz – azaz Merketing, Liberty, Yogyakarta, 1984.

Mulyadi: Akuntansi Biaya Penentuan Harga Pokok dan Pengendalian Biaya, BPFE, Yogyakarta, 1986.

Putong, Iskandar, Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro, Ghalia Indonesia, Jakarta , 2003.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar