Laman

Senin, 14 Juni 2010

KELOMPOK 2

DISUSUN OLEH
1. ZULHAM ENDAR SAPUTRA 2243.07.013
2. DANIEL ANDRI 2243.07.018
3. DINA ROSIANA 2243.07.019
4. FARIS RAHCMAN 2243.07.021
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Dewasa ini pertumbuhan pengangkutan barang melalui udara maupun laut berkembang dengan pesat dan tidak kalah dengan angkutan penumpang itu sendiri, khususnya di Indonesia, hal ini seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin tinggi, demikian pula makin kompleknya masalah-masalah yang dihadapi pemimpin perusahaan dalam mengelola perusahaannya agar mampu bersaing dengan perusahaan lain. Ditambah globalisasi perdagangan saat ini menuntut perubahan cepat arus perdagangan. Pengiriman barang dari satu Negara ke Negara lain makin membutuhkan penanganan yang serius dan efisiensi mungkin. Secara singkat dapat dikatakan bahwa perusahaan yang bergerak dibidang jasa tersebut dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas
Forwarder adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman barang dan pengurusan semua dokumen-dokumen yang diperlukan dan mempunyai lingkup usaha yang sangat komplek. perjalanan pengiriman dan pemindahan cargo dari suatu tempat ke tempat lain. Sehingga dapat dikatakan kegiatan freight forwarder adalah sebagai arsitek perjalanan barang, pengurusan dokumen dan segala kebutuhan yang diperlukan dalam pengiriman. Bisnis freight forwarder dewasa ini sanagat pesat sekali perkembangannya, ditambah lagi perusahaan asing yang mulai masuk ke pasar Indonesia dan memiliki modal yang cukup besar.
Di Indonesia yang memiliki tingkat populasi yang sangat besar dan memiliki wilayah yang luas serta dibatasi oleh perairan, maka mendukung dalam hal perkembangan usaha freight forwarder baik domestic maupun internasional.
Adanya permintaan pengiriman yang sangat tinggi, menarik minat perusahaan jasa freight forwarder dunia bermunculan di Indonesia, ikut bersaing memperebutkan pasar di Indonesia. Dimana mereka membawa modal besar dan teknologi yang lebih baik serta di sokong tenaga kerja yang berkualitas dan jaringan yang luas. Yang menjadi kendala adalah biaya dan ketepatan waktu serta kelancaran pengiriman
Dengan menganalisa kinerja berdasarkan alur kerja cargo dalam penanganan cargo domestic pada PT. DUNEX dapat di analisa suatu stategi bisnis yang tepat dengan menggunakan analisis SWOT yang bertujuan untuk mengembangkan usaha pelayanan dan penanganan cargo dalam dunia bisnis. Saat ini, analisis SWOT digunakan dalam penyusunan perencanaan strategi – strategi, sehingga perusahaan tersebut mengetahui kearah mana akan pergi, bagaimana mencapainya serta tindakan apa saja yang perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan kekuatan dan merebut peluang yang ada, sehingga dapat memberikan peningkatan usaha cargo pada PT. DUNEX. Karena itu perencanaan bisnis yang baik merupakan alat yang berguna untuk menjalankan suatu bisnis cargo dengan efisien dan efektif.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi atau karya tulis dengan judul.
"ANALISIS STRATEGI BISNIS PT. DUNEX"

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan dengan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang masalah diatas, bahwa analisis SWOT bertujuan untuk menyusun strategi –strategi bisnis pada PT. DUNEX dalam meningkatkan jasa penanganan dan pengiriman kargo domestik. Dengan demikian penulis menyimpulkan identifikasi masalah sebagai berikut:
a. Bagaimana kekuatan dan kelemahan bisnis yang ada pada PT. DUNEX saat ini
b. Bagaimana peluang dan ancaman yang ada pada PT. DUNEX saat ini
c. Bagaimana strategi bisnis PT. DUNEX paska dalam optimalisasi penjualan jasa kargo PT. DUNEX
d. Bagaimana efektifitas penambahan angkutan bagi masa depan PT. DUNEX
2. Pembatasan Masalah
Dalam penulisan skripsi ini masalah dibatasi pada pembahasan mengenai strategi bisnis yang ada dalam rangka optimasi penjualan PT. DUNEX
3. Pokok Permasalahan
Berdasarkan identifikasi permasalahan masalah dalam penelitian yang dilakukan di PT. DUNEX, maka penulis meerumuskan pokok permasalahannya sebagai berikut:
a. Bagaimana kekuatan dan kelemahan bisnis yang ada pada PT. DUNEX saat ini
b. Bagaimana peluang dan ancaman yang ada pada PT. DUNEX saat ini
c. Bagaimana strategi bisnis PT. DUNEX paska dalam optimalisasi penjualan jasa kargo PT. DUNEX
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan bisnis yang ada pada PT. DUNEX saat ini
b. Untuk mengetahui peluang dan ancaman bisnis yang ada pada PT. DUNEX saat ini
c. Untuk merencanakan strategi PT. DUNEX pasca penambahan fasilitas angkutan
2. Manfaat Penulisan Skripsi
a. Bagi penulis, penelitian ini merupakan salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program studi manajemen serta menambah wawasan pengetahuan mengenai SWOT.
b. Bagi masyarakat umum dan kampus, penelitian ini diharapkan agar para pembaca dapat menambah informasi serta pemberdaharaan ilmu.
c. Bagi perusahaan, sebagai bahan masukan untuk perusahaan agar dapat mengetahui sampai sejauh mana efektifitas strategi bisnis yang ada saat ini yang diamati oleh penulis.
D. Metodologi Penelitian
Menurut Ibnu Subiyanto (1998) metodologi penelitian adalah suatu usaha pembuktian terhadap suatu objek penelitian untuk memperoleh kebenaran dari permasalahan dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghasilkan hasil yang objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
Menurut Joko, observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena social dengan gejala- gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan.
Dari uraian diatas maka penulis menggunakan teknik observasi sebagai objel penelitian PT. DUNEX dengan cara:
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang telah dilakukan penulis telah mengumpulkan data dan informasi yang akurat sebagai bahan dalam penyusunan skripsi, yaitu :
a. Penelitian Lapangan
Adalah suatu cara mendapatkan data yang dilakukan langsung pada objek penelitian, dalam hal ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut :
- Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka, penulis menggunakan teknik wawancara angket kepada para konsumen, para staff dan karyawan da pihak-pihak yang terkait dengan penelitian.
b. Penelitian Kepustakaan
Adalah suatu cara yang ditempuh penulis untuk mendapatkan data melalui buku-buku dan hal-hal yang memiliki keterkaitan dalam masalah ini
2. Teknik Analisa Data
Skripsi ini menggunakan analisis SWOT dengan demikian penulis melakukan penelitian mengenai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi PT. DUNEX.
Analisis SWOT akan membandingkan antara faktor-faktor eksternal yang meliputi peluang (opportunity) dan ancaman (threats) dengan faktor-faktor internal yang meliputi kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses).
Setelah diketahui faktor tersebut kemudian dibuatkan dalam martix analisa lingkungan interal dan matrix analisa lingkungan eksternal yang mana ini diharapkan dapat menghasilkan jawaban mengenai apakah strategi bisnis yang ada saat ini mendukung PT. DUNEX dan bagaimana strategi bisnis PT. DUNEX dalam menghadapi persaingan kedepannya.

E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab
Bab I : PENDAHULUAN
Bab pendahuluan ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi pembahasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian dan menjadi titik tolak di dalam penulisan selanjutnya. Dalam bab ini penulis juga memuat metode penelitian yang digunakan dalam rangka pengumpulan data dan informasi yang ada kaitannya dalam pembahasn skripsi ini
Bab II : LANDASAN TEORI
Membahas tentang teori yang ada kaitannya dan menjadi dasar pembahasan dalam penulisan skripsi ini, beserta dengan teknik analisis pemecahan masalahnya yaitu, alat analisis komprehensif kualitatif analisis SWOT
Bab III : GAMBARAN UMUM PT. DUNEX
Menguraikan sejarah berdirinya perusahaan, organisai, manajemen dan kegiatan usahanya
Bab IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN
Menganalisis bisnis pada PT. DUNEX bagaimana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki saat ini, serta bagaimana peluang dan ancaman yang sedang dihadapi saat ini sehingga menjadi kekuatan dalam menghadapi persaingan dan kelangsungan perusahaan
Bab V : PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, yaitu penyampaian kesimpulan dan saran oleh penulis kepada PT. DUNEX dimana kami harapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan.







BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Strategi
Strategi berasal dari bahasa yunani kuno yang berarti “seni berperang”. Suatu strategi yang mempunyai dasar-dasar untuk mencapai sasaran. Jadi, pada dasarnya strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dan sesuai perkembangannya pengertian strategi terus berkembang, antara lain :
Stephanie K. Marrus yang dikutip oleh Sukristono (1995) “strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin pucak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai dengan cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat tercapai.”
Hamel dan Prahallad (1995) yang dikutip oleh Freddy Rangkuti “strategi merupakan tindakan yang bersifat senantiasa meningkatkan dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan dimasa depan.”
Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang terjadi.
Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Williaam F. Glueck dan Lawrence Jauch (2004:1). “ Strategi adalah sebuah rencana yang disatukan, luas dan terintegrasi. Yang menghubungkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat di capai melalui pelaksanaan yang terdapat oleh organisasi.”
John A Pearce II dan Richard B. Robinson Jr yang dikutip oleh Drs. Amin Widjaja Tunggal, Ak.MBA.(2008:2). Strategi adalah kumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil dari formulasi dan implementasi, rencana yang didesain untuk mencapai tujuan perusahaan.
Jones dan George (2003:275) yang dikutip oleh Muhardi (2007). Strategy a plan of action to improve the ability of an organization department to create value.
Andrews (1980), Chaffe (1985) yang dikutip oleh Freddy Rangkuti. Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun yang tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.
Drucker yang dikutip oleh Agustinus Sri Wahyudi,SE,MBA (1996). Strategi adalah mengerjakan sesuatu yang benar.
Karl Von Clausewitz yang dikutip oleh Agustinus Sri Wahyudi,SE,MBA (1996) strategi merupakan suatu seni mengunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang.
Karena strategi adalah suatu alat untuk mencapai suatu tujuan perusahaan, strategi memiliki beberapa sifat antara lain :
• Menyatu, yaitu menyatukan seluruh bagian –bagian dalam perusahaan.
• Menyeluruh, yaitu mencakup seluruh aspek dalam perusahaan.
• Integral, yaitu seluruh strategi akan cocok/sesuai dari seluruh tingkatan.
Dari pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa strategi suatu seni atau alat untuk mencapai suatu tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.
1. Tipe-tipe strategi
a. Strategi Agresif
1) Strategi-strategi Integrasi
Yang termasuk dalam kelompok strategi integrasi adalah Forward integration, backward integration merupakan tiga macam strategi yang termasuk dalam kelompok strategi integrasi. Strategi ini menghendaki agar perusahaan melakukan pengawasan yang lebih baik melalui merger, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri.
Fred R. David (2004:231) penjelasan dari ketiga hal tersebut adalah:
a) Forward Integration
Strategi ini menghendaki agar perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor atau pengecer mereka, bila perlu dengan memilikinya. Hal ini dapat di lakukan jika perusahaan mendapatkan banyak masalah dengan pendistribusian barang/jasa mereka, sehingga mengganggu stabilitas produksi, padahal perusahaan mampu untuk mengelola pendistribusian yang di maksud dengan sumber daya yang dimiliki. Alasan lain, bisnis di sektor distribusi yang di maksud, misalkan memiliki prospek yang baik untuk dimasuki.
b) Backward Integration
Suatu strategi untuk memperkuat kepemilikian atau meningkatkan kendali atas perusahaan-perusahaan pemasok. Hal ini merupakan strategi agar pengawasan terhadap bahan baku lebih ditingkatkan, apalagi para pamasok sudah di nilai tidak menguntungkan perusahaan, seperti keterlambatan dalam pengadaan bahan baku, kualitas bahan baku yang menurun dan biaya yang meningkat sehingga tidak lagi dapat diandalkan.
c) Horizontal integration
Strategi mengacu pada upaya untuk memperkuat kepemilikan atau meningkatkan kendali atas para pesaing. Salah satu kecenderungan yang paling signifikan dalam manajemen strategi dewasa ini adalah dengan menggunakan strategi integrasi horizontal sebagai suatu strategi pertumbuhan. Merger, akuisisi dan pengambil alihan antara pesaing memungkinkan peningkatan skala ekonomis usaha dan memperbaiki sumber daya serta kompetensi.
d) Strategi-strategi intensif
Tiga strategi yang dikelompokan sebagai strategi intensif adalah market penetration, market development, dan product development. Disebut demikian karena strategi-strategi ini dalam implementasinya memerlukan usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk-produk yang ada. Strategi-strategi tersebut antara lain :

Penetrasi Pasar
Strategi ini berupaya untuk meningkatkan pangsa pasar bagi produk atau jasa yang sudah ada di dalam potensi pasar yang ada, melalui pemasaran-pemasaran yang lebih besar. Strategi ini digunakan secara luas, baik secara tunggal ataupun kombinasi.
Pengembangan Pasar
Strategi ini untuk memperkenalkan produk atau jasa perusahaan yang sudah ada ke wilayah yang baru, sehingga memperbesar pasar. Sebab apabila tidak dilakukan industry-industri yang ada akan kesulitan jika hanya bermain dipasar lokal.
Pengembangan Produk
Strategi ini berupaya untuk meningkatkan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifiksai produk ataupun jasa yang sudah ada, tetapi tetap untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sudah ada (bukan pasar baru). Dan biasanya pengembangan produk baru membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengembangan dan penelitian
b. Strategi Disversifikasi
Ada tiga tipe umum strategi disversifikasi yang sudah banyak diketahui dan diimplementasikan, yaitu disversifikasi komsentrik, horizontal dan konglomerat. Srtategi ini cenderung memberikan variasi pada bisnis perusahaan yang bertujuan agar perusahaan tidak hanya tergantung pada satu jenis usaha saja. Fred R. David (2004:232)
1) Disversifikasi Konsentrik
Suatu strategi yang menambahkan produk atau jasa baru yang di tawarkan perusahaan, tetapi memiliki keterkaitan dengan produk atau jasa yang sudah dimiliki sebelumnya, baik keterkaitan dengan teknologi, pasar atau produk.
2) Disversifikasi Horizontal
Menambahkan produk atau jasa yang tidak terkait dengan produk atau jasa yang sudah ada, tetapi untuk pelanggan yang sudah dimiliki. Jadi tujuan strategi ini adalah untuk menambah produk baru yang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama.
3) Disversifikasi Konglomerat
Menambahkan produk atau jasa yang tidak ada kaitannya dengan produk atau jasa yang dimiliki untuk pasar yang berbeda. Kebanyakan perusahaan melakukan strategi ini dengan harapan dapat memperoleh keuntungan dari hasil membeli perusahaan atau bisnis lain yang kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi setelah mengalami perbaikan atau karena adanya peluang dalam bisnis baru
c). Strategi bertahan
Disamping strategi integrative, intensif dan disversifikasi, perusahaan dapat juga melakukan strategi bertahan yang terdiri dari usaha patungan, restrukturisasi,divertasi dan likuidasi. Keempat strategi tersebut dijelaskan sebagai berikut :
1) Usaha Patungan
Strategi ini merupakan yang sangat popular, yakni dimana terjadi saat dua atau lebih perusahaan membentuk suatu perusahaan temporer atau konsorium untuk tujuan kapitalisasi modal. Strategi ini dapat dipertimbangkan dalam hal perusahaan bertahan agar tidak memikul beban usaha sendiri. Jadi strategi ini bertujuan untuk menggabungkan beberapa perusahaan dalam bentuk perusahaan baru yang terpisah dari induk-induknya. Hal ini biasa dilakukan jika mereka merasa tidak mampu untuk bersaing dengan perussahaan lainnya yang lebih besar dalam rangka mendapatkan kemudahan-kemudahan lainnya.
2) Restrukturisasi
Strategi ini dapat dilaksanakan melalui reduksi biaya dan asset perusahaan guna membalikkan kondisi turunnya penjualan dan keuntungan yang terjadi, hal ini dilakukan karena terjadinya penurunan penjualan dan laba perusahaan. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat kembali kompetensi dasar dari bisnis perusahaan yang sedang terpuruk atau sedang tidak menguntungkan, Retrenchment dapat dilakukan dengan cara menjual aktiva seperti menjual gedung dan tanah guna memperbaiki likuiditas, membatasi lini produksi, penutupan pabrik yang sudah tua, mengurangi jumlah karyawan dan bahkan menginstitusikan kendali pengeluaran.
3) Divertasi
Menjual divisi perusahaan atau bagian dari organisasi tersebut. Divertasi sering kali di gunakan akuisisi atau divestasi. Divestasi dapat merupakan bagian dari keseluruhan strategi retrenchment dalam rangka keluar dari tekanan kondisi bisnis yang sedang tidak menguntungkan dan untuk mengatasi kondisi tersebut membutuhkan modal yang sangat besar, atau karena adanya aktivitas-aktivitas perusahaan yang tidak efisien.
4) Likuidasi
Menjual keseluruhan asset perusahaan bagian perbaikan, untuk memperoleh manfaat. Strategi ini dipandang sebagai suatu kekalahan dan oleh karenanya secara emosional merupakan pilihan strategi yang sulit untuk diputuskan. Meskipun demikian, lebih baik menutup operasi perusahaan daripada mengalami kerugian yang lebih besar lagi.
B. Pengertian Bisnis
Jika kita melihat perusahaan dari jumlah bisnis yang dilakukannya, perusahaan dapat dibagi atas dua kelompok : pertama perusahaan yang hanya memiliki satu kegiatan usaha dan yang memiliki lebih dari satu kegiatan usaha.
Bisnis adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung di dalam bidang perniagaan (produsen, pedagang, konsumen dan industry dimana perusahaan berada), dalam rangka memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.
Chwee T Huat (et al.,1990) mendefinisikan bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat.
Jeff Madura (2006), juga mendefinisikan bisnis adalah suatu organisai, badan usaha atau perusahaan yang menyediakan barang atau jasa yang diinginkan konsumen.
Bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksud mendapatkan laba. (2007:4) Ricky W. Griffin dan Ronald J. Elbert
Thomson menyebutkan, bisnis adalah semua jenis aktifitas dan usaha untuk mencati keuntungan dengan menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan bagi sistem ekonomi.
Tujuan suatu bisnis adalah melayani kebutuhan konsumen yang dilakukan oleh orang-orang untuk mencari keuntungan.
Dari uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa bisnis adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan nilai suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendapatkan keuntungan bagi dirinnya melalui proses transaksi.
C. Pengertian Forwarder
Pada beberapa Negara, disebutkan bahwa Freight Forwarder itu adalah seseorang yang diatas perintah dan kepentingan costumer, melaksanakan pengiriman tanpa harus memiliki sarana angkutan tersebut.
“Freight Forwarding adalah pelaksana pengiriman barang dengan melalui suatu penyelesaian dokumen di pelabuhan bongkar/muat, dengan menggunakan alat angkutan dari atau beberapa tempat pengiriman menuju satu atau beberapa tempat tujuan.” H.M Moch Idris Ronosentono (2006:45)
“Freight Forwarder adalah badan usaha yang bertujuan untuk memberikan jasa pelayanan/pengurusan atas seluruh kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman, pengangkutan dan penerimaan barang dengan menggunakan multimoda transportasi baik darat, laut dan/atau udara”.Capt.R.P.Suyono
“Freight Forwarder adalah lembaga jasa transportasi yang mengkoordinasikan angkutan multimoda sehingga terselenggara angkutan terpadu sejak dari tempat pengirim sampai dengan ke tempat penerima”.Engkos Kosasih,M.Mar,SE,MM dan Capt Hananto Soewedo,M.Mar,SE,MM,Ph.D
Aktifitas Freight Forwarder secara menyeluruh dapat berupa:
1. Memilih rute perjalanan barang, moda transportasi dan pengangkut yang sesuai, kemudian memesan ruang muat.
2. Melaksanakan penerimaan barang, menyortir, mengepak, menimbang berat, mengukur dimensi, kemudian menyimpan barang ke dalam gudang.
3. Mempelajari letter of credit barang, pengaturan negara tujuan ekspor, negara transit, negara impor kemudian mempersiapkan dokumen-dokumen lain yang diperlukan.
4. Melaksanakan transportasi barang ke pelabuhan laut/udara, mengurus izin bea dan cukai, kemudian menyerahkan barang kepada pihak pengangkut.
5. Membayar biaya-biaya handling serta membayar freight.
6. Mendapatkan bill of lading/air waybill dari pihak pengangkut.
7. Mengurus asuransi transportasi barang dan membantu mengajukan klaim kepada pihak asuransi bila terjadi kehilangan/kerusakan atas barang.
8. Melaksanakan penyerahan barang kepada pihak consignee, dan melaksanakan pendistribusian barang bila diminta.
9. Melaksanakan transportasi barang dari pelabuhan ke tempat penyimpanan barang di gudang.
10. Melaksanakan penerimaan barang dari pihak pengangkut.
11. Mengurus izin masuk bea dan cukai serta menyelesaikan bea masuk dan biaya-biaya yang timbul di pelabuhan tujuan/transit.
12. Memonitor perjalanan barang sampai ke pihak peberima, berdasarkan info dari pihak pengangkut dan agen forwarder di negara transit/tujan.”Capt.R.P.Suyono”.
Dengan demikian dapat dirumuskan, bahwa freight forwarder sbb :
1. Freight forwarder bekerja atas dasar perintah dari mereka yang mengingnkan agar barangnya dikirim ke tempat lain.
2. Untuk menggerakan barang muatan tersebut forwarder tidak harus memiliki sarana pengangkut.
3. Freight forwarder bertindak sebagai perantara antara si pengirim, pengangkut dan peneria barang.
Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan jasa forwarder adalah tempat dimana para pemilik barang akan menerima berbagai macam nasihat dari forwarder tentang segala sesuatu terhadap aspek-aspek pengiriman dan pengangkutan barang.
D. Pengertian Optimalisasi
Menurut Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia:
“Optimal adalah suatu yang baik; tertinggi; paling menguntungkan”
Dari pengertian di atas dapat di kemukakan bahwa dalam mengelola usaha angkutan maka harus dilakukan secara optimal untuk memenuhi keinginan yang di inginkan oleh para pengguna serta keinginan perussahaan angkutan itu sendiri.
E. Perngertian Penjualan
Pengertian penjualan menurut Swastha (1998 : 8) “ Menjual adalah ilmu untuk mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkannya”
Terdapat tujuh S dalam manajemen penjualan yang diterjemahkan oleh Budiman (1995:26) dari Steward, yaitu :
1. Strategi menekankan pada keutuhan petugas penjualan dan manajemen penjualan akan jalur tindakan yang terencana, praktek manajemen waktu yang baik, dan alokasi sumber-sumber langka mereka sepanjang waktu untuk mencapai tujuan dengan cara yang terbaik.
2. Struktur menjelaskan cara sebuah peruahaan di organisasikan, yaitu apakah sentralisasi atau pun desentralisasi yang mana menekankan pada lini dan staff.
3. System diwakili oleh laporan-laporan prosedural. Proses-proses rutin, rapat-rapat, kebijakan dan pengakajian.
4. Staff merupakan gambaran demografi dari golongan karyawan penting pada organisasi penjualan, seperti manajer penjualan daerah dan sebagainya.
5. Style adalah karakteristik mengenai bagaimana para manajer berprilaku dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan pada konteks budaya perusahaan.
6. Skill menunjukan kemampuan perusahaan membelanjakan dananya untuk melatih secara memadai setiap karyawan untuk penugasan selanjutnya.
7. Tujuan-tujuan yang Super ordinate.
Penjualan merupakan bagian dari pemasaran secara keseluruhan, penjualan berkaitan dengan system bidang promosi yang dilakukan oleh perusahaan. Konsep penjualan menekankan orientasi pada produk yang dihasilkan untuk dijual yang di dukung dengan kegiatan penjualan dan promosi, sehingga tujuan perusahaan jangka pendek dapat dicapai melalui pencapaian target penjualan.
Kebaikan konsep penjualan adalah dimana perusahaan tidak terpengaruh oleh perubahan pasar yang terjadi. Sedangkan kelemahan dari konsep penjualan yang diterima sesuai dengan harapan semula.
F. Pengertian Jasa
Pengertian Jasa menurut Philip Kotler (1998 : 96) “ jasa adalah setiap kegiatan yang di tawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak terwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Proses produksinya mungkin dan mungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.
“A Service is an act or performance offered by one party to another. Althouge the process mey be tied to a physical product, the performance is essentially intangible and does not usually result in ownership of any of the factor of production “Christopher lovelock, jochen Wirtz, hean Tat Keh.(2006:5)
Pengertian jasa menurut Lupiyoadi (2001:109) “jasa adalah suatu yang bernilai tapi tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan dari orang yang memberikannya dan tidak dapat disimpan. Jasa adalah sebuah paket manfaat berwujd dan tida berwujud yang diberikan dengan dukungan fasilitas serta menggunakan barang-barang yang merupakan fasilitas “
Service can be defined as any activity or benefit that one party can offer another is assential intangible and that does not result in the ownership anything. Kotler (2003) yang dikutip oleh Prof. DS.MTs. Arief . MM. MBA.CPM .(2007:11)
Service is all economic activities whose output isnot a physical product or construction is generally consumed At that time it is product, and provides added value in forms. Such as health. Prof. DS. Mts. Arief. MM. MBA.CPM. (2007:12)
G. Pengertian perusahaan
Pengamatan lingkungan perusahaan diperlukan untuk menentukan variable lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) dan variable internal (kekuatan dan kelemahan) yang dimiliki perusahaan. Dimana variabel-variabel tersebut diperlukan dalam analisis yang akan dilakukan oleh peneliti. Secara umum lingkungan perusahaan dibagi menjadi dua lingkungan, yaitu internal dan eksternal:
1) Lingkungan eksternal adalah komponen-komponen atau variabel-variabel yang berada diluar lingkungan perusahaan. Komponen tersebut cenderung berada diluar perushaaan sehingga perusahaan tidak dapat melakukan intervensi, sehinggakomponen ini mau tidak mau harus terima, tinggal bagaimana kita mensiasatinya.
2) Lingkungan internal adalah komponen-komponen lingkungan yang berada didalam perusahaan itu sendiri. Karena sifatnya yang berasal dari dalam perusahaan, maka perusahaan lebih memiliki bargain value untuk berkompromi dengan komponen-komponen yang berada didalam perusahaan.
Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
Menurut Freddy Rangkuti (2001 : 22) data eksternal dapat diperoleh dari lingkungan diluar perusahaan itu sendiri, seperti:
a. Analisis pasar
b. Analisis competitor
c. Analisis komunitas
d. Analisis pemasok
e. Analisis pemerintah
f. Analisis kelompok kepentingan tertentu
Sehingga menurut penulis dapat didefinisikan, bahwa lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor-faktor yang dominan luar perusahaan yang mempengaruhi perkembangan perusahaan. Faktor-faktor luar perusahaan tersebut antara lain pesaing, pelanggan, pemasok, pasar. Pemerintah dan kelompok-kelompok tertentu seperti partai politik.
Data internal dapat diperoleh didalam perusahaan itu sendiri, seperti:
a. Laporan keuangan (neraca, laba-rugi, cash flow, struktur pendanaan)
b. Laporan kegiatan sumber daya manusia (jumlah karyawan)
c. Laporan kegiatan operasional
d. Laporan kegiatan pemasaran

H. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (streghts) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats)
Proses pengambilan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian, perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis factor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi. Model yang paling popular untuk analisis situasi adalah analisis SWOT

Gambar 2.3
Analisis SWOT
peluang


II I
Mendukung strategi putar haluan mendukung strategi agresif


Kelemahan kekuatan
Internal integral


III IV
Mendukung strategi defensive mendukung strategi diversifikasi

Ancaman
Sumber : Freddy Rangkuti (2002:19)
Penjelasan diagram menurut freedy Rangkuti (2002:20) adalah sebagai berikut:
a. kuadran I : ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan
Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.
b. kuadran II : meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Srtrategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi.
c. Kuadran III : perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak ia menghadapi beberapa kendala / kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran 3 ini mirip dengan question mark pada BCG matrix. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
d. Kuadran IV : merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Adapun langkah-langkah dalam menyusun formulasi strategi perusahaan dengan analisis SWOT adalah :
a. tentukan faktor-faktor strategis internal
b. tentukan faktor-faktor strategis eksternal
c. rumuskan alternatif strategi : caranya dengan membuat matrix internal – eksternal
MATRIX SWOT
Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matrix SWOT. Matrix ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrix ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.
a. strategi SO
strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
b. strategi ST
adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
c. strategi WO
strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
d. strategi WT
startegi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Bukhari.; Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, alfabeta, Jakarta 36:42:2007.

Anoraga, Panji.; Manajemen Bisnis, Rineka Cipta, 19-28:2004.

Arief.; Pemasaran Jasa dan Kualitas Pelayanan, bagaimana mengelola kualitas pelayanan agar memuaskan pelanggan, Bayu media, Jakrta, 11:2007.

Lovelock, Christopher; Lauren Wright.; Principles of Service Marketing and Management, Second Edition, 6-7:2000.

Rangkuti, freddy.; Analisis SWOT, Teknik membedah kasus bisnis, PT.Gramedia Pusataka Utama, Jakarta, 2006

Sri, Agustinus ; Wahyudi.; Manajemen Strategik, Pengantar {roses Berpikir Strategic, Binarupa Aksara, 1-4:1996


Tidak ada komentar:

Posting Komentar