Laman

Senin, 05 Juli 2010

bab 1 (christian sriwijayanto 224307062)

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Saat ini transportasi laut masih memegang peranan yang sangat dominan sebagai alat angkut yang belum dapat digantikan dengan jenis angkutan lain, karena angkutan laut merupakan suatu system pengangkutan dalam jumlah besar yang belum dapat dilakukan oleh jenis angkutan lainnya.
Sebagaimana diketahui, dunia ini sebagaian besarnya terdiri dari lautan. Mengingat demikian pentingnya angkutan laut, apalagi pada era globalisasi dimana hubungan dagang sacara bebas terjalin maka angkutan laut memegang peranan yang menentukan dalam sistim transportasi. Kapal sebagai pengangkut dalam transportasi laut dalam pengoprasiannya agar dapat memenuhi baik factor ekonomis maupun factor keselamatan harus memiliki tiga unsur yaitu :
Unsur manusia dan lingkungan
Unsur teknis/peralatan
Unsur peraturan
Pada era globalisasi saat ini manusia dimungkinkan hidup berbaur antara satu bangsa dengan bangsa lainnya dalam beraktivitas dan bekerja. Manusia tidak lagi hidup berkelompok dalam bentuk suku bangsa, ras, ataupun keturunan. Demikian pula kehidupan pelaut diatas kapal, memperlihatkan komposisi awaknya terdiri dari berbagai suku, bangsa dengan sifatdan karakter yang berbeda-beda.
Manusia dan lingkungan adalah sebagai unsur utama sedangkan unsur teknis dan peraturan hanyalah unsur pelaku dan lingkungan unsur dominan untuk pelaku tersebut, dimana efektifitas unsur teknis dan unsur peraturan tetap ditentukan oleh unsur manusia dan lingkungannya. Untuk itulah dalam pembahasan skripsi ini, mengutamakan membahas manusia sebagai pelaku dan linkungan penunjang utamanya. Mengingat kehidupan dikapal merupakan suatu organisasi kecil dan dengan lingkungan yang terbatas, maka keharmonisan anak buah kapal dan semangat kerja yang tinggi, memiliki peranan penting dalam meningkatkan semangat kerja anak buah kapal diatas kapal MV. DOBONSOLO.
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas , maka skripsi ini mengambil judul : ANALISIS HUBUNGAN KETERAMPILAN DALAM USAHA MENINGKATAN KUALITAS KEDISIPLINAN ANAK BUAH KAPAL DI MV. DOBONSOLO PADA PT. PELNI.
Mengingat kapal sebagai tempat kerja dan sekaligus menjadi tempat tinggal dalam waktu yang relative cukup lama bagi palaut, awak kapal sanagtlah banyak mendapatkan tantangan hidup baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar lingkungan kapal.
Perumusan Masalah
Berdasarkan pengamatan sementara penulis, perumusan masalah yang terkait dengan judul diatas adalah, sebagai berikut:
Identifikasi Masalah
Adapun masalah-masalah yang menurut penulis yang mempunyai hubungan dengan topic penelitian ini adalah:
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan anak buah kapal MV. DOBONSOLO pada PT PELNI belum memenuhi syarat.
Peningkatan kedisiplinan anak buah kapal MV. DOBONSOLO pada PT.PELNI belum optimal.
Masih kurangnya keharmonisan hubungan antara pimpinan dengan anak buah kapal MV. DOBONSOLO
Kualitas kinerja anak buah kapal tersebut di MV.DOBONSOLO belum maximal
Fasilitas yang tersedia dikapal MV.DOBONSOLO kurang memadai.
D.Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah mengenai keterampilan anak buah kapal dengan fokus penelitian melihat pengaruhnya terhadap kualitas kedisiplinan anak buah kapal MV. DOBONSOLO pada PT.PELNI.
E.Pokok Masalah
Adapun pokok masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah:
Meningkatkan Bagaimana pelaksanaan pendidikan dan pelatihan anak buah kapal MV.DOBONSOLO dalam meningkatkan keterampilan?
Bagaimana kualitas kedisiplinan anak buah kapal MV.DOBONSOLO?
Sejauh mana hubungan antara keterampilan anak buah kapal dengan kualitas kedisiplinan anak buah kapal MV.DOBONSOLO?

F. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
a. Untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan anak buah kapal MV.DOBON SOLO dalam meningkatkan ketrampilan.
b. Untuk mengetahui kualitas kedisiplinan anak buah kapal MV.DOBON SOLO.
c. untuk menganalisis hubungan antara ketrampilan anak buah kapal dan kualitas kedisiplinan anak buah kapal.

2. Manfaat Penelitian.
a. Bagi Penulis.
Sebagai sarana untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan yang menulis tentang analisis ketrampilan dan kualitas kedisplinan anak buah kapal MV.DOBON SOLO dan pengaruh terhadap perusahaan DOBON SOLO shipping, serta syarat akhir kelulusan pada Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Laut.
b. Bagi Perusahaan.
Dengan adanya kedisiplinan yang diterapkan pimpinan dapat mencapai hasil maximal yang diharapkan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memberikan sesuatu yang terbaik bagi pimpinan dan anak buah kapal untuk meningkatkan kesejahteraan.
c. Bagi Lenbaga STMT.
Untuk mencapai solusi pemecahan masalah melalui suatu penelitian dengan didasarkan atas metodelogi penelitian yang digunakan untuk menemukan kebenaran secara obyektif dan hasil penilitian ini dapat digunakan sebagai informasi serta data dokumentasi perpustakaan STMT TRISAKTI.

G.HIPOTESIS
Dalam penelitian ini penulis menggunakan hipotesis diduga terdapat hubungan yang signifikan anatara Pimpinan (Nahkoda)dan anak buah kapal MV.DOBON SOLO dimana pimpinan tersebut berusaha menerapkan kedisiplinan untuk memotivasi kerja anak buah kapal MV. DOBON SOLO.

H. Metodologi Penilitian.
1. Jenis dan Sumber Data.
Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitas dalam bentuk angket dan data kuantitatif dalam bentuk skor dari jawaban angket. Sedangkan untuk sumber data yang digunakan adalah primer yaitu data yang diperoleh melalui jawaban langsung responden terhadap kuesioner atau angket.
2. Populasi dan Sampel.
Populasi adalah jumlah data secara keseluruhan atau merupakan generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristk tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya sedangkan sample 30 orang merupakan bagian dari populasi 60 orang, adapun teknik sampling yang digunakan adalah sistimatik sampling yaitu sample penelitian kedisiplinan yang diterapkan oleh nahkoda terhadap anak buanh kapal MV.DOBON SOLO
3.Metode pengumpulan data
a. Penelitian Lapangan(Field Research)
adalah penelitian berdasarkan pada pengalaman dan pengamatan penulis yang pernah dialami penulis selama menggunakan kapal MV. DOBONSOLO, objek penelitian guna memperoleh data primer yang diperlukan melalui:
Wawancara (interview)
Yaitu melakukan Tanya jawab secara langsung kepada anak buah kapal yang berhubungan dengan judul untuk mendapatkan data yang lebih sempurna dalam penyusunan penelitian ini.
Daftar pertanyaan(Kuesioner)
Yaitu mengumpulkan data dengan cara membuat daftar pertanyaan kepada para responden.
Observasi (observation)
Yaitu mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan langsung dengan tujuan untuk mencocokan apakan keterampilan kerja anak buah kapal dapat mempengaruhi kualitas kerja mereka.
b. Penelitian Kepustakaan(library research)
yaitu penulis mengumpulkan data dengan cara mempelajari buku-buku,diklat-diklat serta tulisan yang berkaitan dangan judul skripsi ini.
Metode Analisis Data
Pada penelitian ini setiap butir pernyataan responden yang bersifat kualitatif akan diubah menjadi kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Jawaban pernyataan diberikan bobot nilai yang berdasarkan skala 5 (lima), di mana variable X (ketrampilan) dan variabel Y (displin) setiap jawaban pernyataan nilai sebagai berikut :

Tabel 1.1
Bobot Nilai Jawaban Pertanyaan
Pilihan Jawaban Singkatan Bobot Nilai
Sangat Setuju SS 5
Setuju S 4
Ragu-ragu RG 3
Tidak Setuju TS 2
Sangat Tidak Setuju STS 1
Sumber : Sugiyono, (2009 : 107)
Metode analis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagi berikut :

Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis ini diperlukan untuk mengetahui tingkat hubungan proposional antara variabel bebas dengan variabel terikat. Persamaan linear sederhana dijelaskan oleh sugiyono 2007 (261-262), sebagai berikut:
Y= a + bX
Untuk mengetahui nilai a dan b digunakan rumus-rumus sebagai berikut.
a =∑Y b∑X
n n

b = n∑ XY-( ∑ X )( ∑ Y )
n(∑X2)-(∑X)2
dimana :
Y = Variabel dapenden(kualitas kedisiplinan anak buah kapal)
X = Variabel independen(keterampilan anak buah kapal)
a = Bilangan constant
b = Koefisien regresi
n = Jumlah pasangan observasi
Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya dan kuat tidaknya hubungan antara keterampilan kerja dengan kualitas pelayanan Sugiyono(2007:274)
Dimana :

r = n(∑XY-∑X∑Y
n∑X2 – (∑X)2.√n∑y2- (∑y)2
r = analisis korelasi
n = banyaknya observasi
x = variabel independen (keterampilan anak buah kapal)
y = variabel dependen ( kualitas kedisiplinan anak buah kapal)
hasil dari r dapat disimpulkan sebagai berikut:
Jika r=0 atau mendekati 0 maka pengaruh antara variabel x dan y sangat lemah atau tidak terdapat pengaruh sama sekali.
Jika r=+1 atau mendekati + 1maka pengaruh antara variabel x dan y positif dan sangat kuat.
Jika r=-1 atau mendekati-1 maka pengaruh antara variabel x dan y sangat kuat tetapi negative.
Adapun pedoman untuk menginterprestasikan tingkat hubungan tersebut, dapat dilihat pada table.1.2 dibawah ini.



Tabel 1.2
Interval korelasi Tingkat hubungan
0.00-0.199 Sangat rendah
0.20-0.399 Rendah
0.40-0.599 Sedang
0.60-0.799 Kuat
0.80-1.00 Sangat kuat
Sumber : sugiyono (2007:231)

Analis kofisien penentu
Analisis koefisien penentu(Kp) digunakan untuk mengetahui tingkat kontribusi atau sumbangan dari variabel x terhadap variabel y dengan rumus sebagai berikut:
Kp = r2x100%
Uji hipotesis Type equation here.
Uji hipotesis adalah prosedur yang memungkinkan keputusan dapay dibuat, yaitu menolak atau menerima hipotesis alternative (Hi) yang dikemukakan pada bagian sebelum ini. Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t table melalui tahap-tahap sebgai berikut:
Hipotesis awal
Ho : p=0, tidak ada pengaruh terhadap variabel X dan Y1
Ho : p>0, ada pengaruh antara variabel X dan Y positif
Ho : p<0, ada pengaruh antara variabel X dan Y negative
Rumus t hitung
Bandingkan hasil observasi t hitung dengan t table pada a=0,05;df=n-2
Kesimpulan
Jika t > table artinya Ho ditolak dan Hi diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara keterampilan dengan kualitas kedisiplinan anak buah kapal
Jika t





I.Sistematika Penulisan
Di dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis akan mengemukakan mengenai latar belakan masalah mengapa memilih judul tersebut, rumusan masalah,tujuan dan manfaat penelitian. Metedologi penelitian,serta hipotesis dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Didalam bab ini penulis akan menguraikan secara teoritis tentang manajemen sumber daya manusia, pengertian manajemen, fungsi manajemen,keterampilan, pengertian keterampilan dan pengertian kualitas kedisiplinan.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT.PELNI
Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang sejarah singkat perusahaan, organisasi perusahaan, tugas dan wewenang organisasi, kegiatan usaha perusahaan tersebut,struktur organisasi kapal,tugas dan wewenang organisasi pada kapal yang menjadi objek penelitian penulis.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dilaporkan hasil analisis yang dilakukan penulis mengenai keterampilan anak buah kapal dan analisis kualitas kedisiplinan anak buah kapal serta hasil analisis hubungan antara keterampilan anak buah kapal dan kualitas kedisiplinan anak buah kapal.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan akhir dari penulisan skripsi ini yang terdiri dari kesimpulan dan saran yang diambil dari analisis dan pembahasan pada bab IV.





BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian Managemen Sumber Daya Manusia
Pengertian Manajemen
Manajemen adalah ilmu dari seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manejemen terdiri dari 6 unsur yaitu: Man, Money,Method,Machine,Material dan Market. Unsur Man(manusia) berkembang menjadi ilmu manejemen yang disebut Manajemen Sumber Daya Manusia.
Manejemen Sumber Daya Manusia adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur MSDM adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan.
Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena setiap manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisai. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu canggihnya. Alat-alat perusahaan tidak berguna jika peran aktif tidak diikutsertakan. Mengatur karyawan adalah sulit dan kompleks, karena mereka mempunyai perasaan,pikiran status,keinginan dan latar belakang yang heterogen yang dibawa dalam organisasi. Karyawan tidak dapat diatur dan dikuasai sepenuhnya seperti mengatur mesin, modal atau gedung.
MSDM adalah bagian dari manejemen. Oleh karena itu teori-teori manajemen umum menjadi dasar pembahasannya. MSDM lebih memfokuskan pada pengaturan peranan manusia dalam mewujudkan tujuan yang optimal. Pengaturan itu meliputi masalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,pengendalian,pengadaan,pengembangan,kompensasi,pengintegrasian,pemeliharaan,kedisiplinan dan pemberhentian tenaga kerja untuk membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Menurut Malayu S.P.Hasibuan.(2003:10)
“MSDM adalah ilmu seni yang mengatur hubungan dan peranan kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat”.
Menurut Edwin B.Lippo (Malayu S.P.Hasibuan.(2003:11)
“Manajemen personalia adalah perencanaan,pengorganisasian,pengarahan dan pengendalian dari pengadaan,pengembangan,kompensasi,pengintegrasian,pemeliharaan dan pemberhentian karyawan dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan,individu,karyawan dan masyarakat”.
MSDM merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Adalah tugas MSDM untuk mengelola unsur manusia secara baik agar dapat diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya. Atas definisi diatas, tugas MSDM terdiri atas tiga fungsi, yaitu: fungsi manajerial, yaitu berupa perencanaan, pengorganisasian,penggerakan dan pengendalian. Fungsi operasional yaitu berupa pengadaan,pengembangan,kompensasi,pengintegrasian,pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja: serta fungsi ketiga yaitu kedudukan MSDM dalam pencapaian tujuan organisasi perusahaan terpadu.
2.Fungsi Manajemen
Untuk memberikan gambaran singkat mengenai fungsi manajemen yaitu fungsi yang mempunyai kewenangan kemimpinan terhadap stafnya.
Fungsi-fungsi manajemen itu terdiri dari:
Perencanaan (planning)
Perencanaan berarti menentukan program yang membantu tercapainya sasaran yang telah disusun oleh perusahaan.
Pengorganisasian (organizing)
Apabila serangkaian tindakan telah ditentukan, organisasi harus disusun untuk melaksanakannnya. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan.
Pengarahan (directing)
Secara umum fungsi pengarahan ini berarti mengusahakan anak buah kapal untuk bersedi bekerja secara efektif.
Pengendalian (controlling)
Pengawasan yaitu mengadakan pengamatan terhadap pelaksanaan, membandingkan dengan rencana dan mengambil tindakan koreksi jika terjadi penyimpangan atau kalau perlu mengadakan penyusunan kembali rencana yang telah diperlukan atas penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat dihindari. Dengan demikian yang dimaksud dengan pengendalian adalah fungsi manajerial yang berhubungan dengan pengaturan kegiatan agar sesuai dengan rencana sebelumnya telah dirumuskan berdasarkan analisis terhadap sasaran dasar organisasi.



Fungsi-fungsi operasional
Fungsi ini tidak mempunyai wewenang untuk memerintahkan melainkan hanya menerima tugas dan menjalankannya dibawah pwngawasan fungsi manajemen. Fungsi-fungsi operasional meliputi:
Pengadaan tenaga kerja (procurenment)
Adalah beberapa usaha untuk memperoleh jenis dan jumlah yang tepat dari personil yang diperlukan untuk menyelesaikan sasaran organisasi. Hal-hal yang dilakukaan dalam kaitan dalam hal ini adalah menentukan sumber daya manusia yang dibutuhkannya dalam perekturannya, seleksi serta penempatannya. Penentuan sumber daya manusia yang diperlukan harus berdasarkan pada tugas-tugas yang tercantum dalam rancangan pekerjaan yang ditentukan sebelumnya. Penentuan ini merupakan keputusan yang makin dipengaruhi oleh tujuan dalam memenuhi kebutuhan manusia.
Perkembangan (developmenta)
Pengembangan merupakan peningkatan ketrempalan melalui pelatihan yang dibutuhkan untuk frestasi kerja yang tepat.
Kompensasi (compensation)
Fungsi ini dirumuskan sebagai balas jasa yang memadai dan layak pada karyawan untuk sumbangan mereka kepada tujuan organisasi. Balas jasa ini berupa gaji atau upah serta balas jasa tunjangan dan pelayanan terhadap karyawan (anak buah kapal).
Integral (integration)
Integrasi merupakan salah satu cara mendapatkanrekomendasi (kecocokan) yang layak atas kepentingan-kepentingan perorangan(individu),masyarakat dan organisasi.
Pemeliharaan (maintenance)
Fungsi pemeliharaan anak buah kapal berkaitan dengan usaha untuk mempertahankan kesinambungan dari keadaan yang telah dicapai melalui fungsi-fungsi sebelumnya. Aspek utama dari karyawan yang harus dipertahankan adalah sikap positif karyawan terhadap tugas dan pekerjaan serta kondisi fisik karyawan.
Apabila kita membicarakan tentang keterampilan anak buah kapal, maka akan kita dapati hal-hal yang berkaitan, yang mendorong atau menyebabkan timbulnya penurunan kualitas kedisiplinan anak buah kapal.
Demikian pula dengan penurunan gairah kerja dari anak buah kapal MV.DOBONSOLO, terdapat banyak hal-hal penyebab yang mendorong timbulnya masalah kurangnya kedisiplinan kerja anak buah kapal. Hal-hal mana yang diuraikan lebih lanjut dalam skripsi ini.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Yang dimaksud dengan sumber daya manusia isini adalah anak buah kapal, anak buah kapal dalam susunan organisasi kapal adalah sebagai tenaga pelaksana. Tenaga pelaksana adalah factor yang menunjang keberhasilan atau tidak berhasilnya suatu kinerja anak buah kapal dan tujuan yang akan dicapai dalam organisasi.
Dalam hal ini tujuan organisasi yang dimaksud adalah terlaksananya pekerjaan yang dibebankan kepada manusia baik dalam hal perawatan kapal maupun waktu kapal beroperasi. Semua harapan dan rencana yang diharapkan di atas tidak akan tercapai jika sumberdaya manusianya bersikap apatis dan semaunya,kenapa ini terjadi?
Untuk itu penulis dapatkan jawabannya pada buku karangan H. Hadari Nawawi “manajemen sumber daya manusia”hal 23&24 ada 9 yang perlu diciptakan, dibina dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(SDM):
Dilingkungan kerja, antara pekerja sebagai SDM memerlukan komunikasi yang terbuka dalam batas wewenang dan tanggung jawab masing-masing, pertemuan kelompok melalui sarana publikasi perusahaan,seperti papan bulletin, majalah perusahaan dan lai-lain.
Pemberian kesempatan pemecahan konflik dengan perusahaan atau sesame karyawan.
Memerlukan kejelasan pengembangan karier masing-masing dalam menghadapi masa depannya,member kesempatan mengikuti pelatihan atau pendidikan diluar perusahaan atau pada lembaga pendidikan yang lebih tinggi.
Setiap karyawan perlu diikuti sertakan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan posisi, kewenangan dan jabatan masing-masing. Menyelenggarakan pertemanan-pertemanan yang tidak sekedar dipergunakan untuk menyampaikan perintah-perintah
Dan informasi-informasi, tetapi juga untuk memperoleh masukan dan mendengarkan saran-saran para karyawan.
Setiap karyawan perlu dibina dan dikembangkan perasaan bangganya pada tempatnya bekerja, termasuk juga pada pekerjaan dan jabatannya.
Setiap karyawan harus memperoleh komperansi yang adil dan wajar dan mencukupi.
Setiap karyawan harus memerlukan keamanan lingkungan kerja untuk itu suatu perusahaan berkewajiban menciptakan dan mengembangkan serta memberi jaminan lingkungan kerja yang aman. Perusahaan perlu memiliki program keamanan kerja yang dapat dilaksanakan bagi semua karyawannya.
Setiap karyawan memerlukan rasa aman dan jaminan kelangsungan pekerjaannya. Untuk itu perusahaan perlu menghindari pemberhentian sementara para karyawan.
Setiap karyawan memerlukan perhatian terhadap pemeliharaan kesehatan agar dapat bekerja secara efektif, efesien dan produktif.

Kurangnya nahkoda member motivasi anak buah kapal untuk mencapai hasil kedisiplinan yang diharapkan. Menurut Yusuf Suit dan Almasdi, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengandalkan pertimbangan-pertimbangan obyektif dan bersendikan fakta kebenaran yaitu membiasakan diri melayani semua tugas-tugas organisasi dan semua permasalahan personel bawahan secara terbuka.
Pemimpin harus mencari dan mengenali potensi bawahannya sehingga potensi yang ada pada anak buah kapal tersebut dapat diberdayakan secara maksimal. Faktor lain yang turut berperan dalam meningkatkan kinerja anak buah kapal ialah dengan memberi contoh kepada anak buah kapal dan menjadi panutan.
Sebagai seorang pemimpin tidak hanya menjadi contoh atau panutan tetapi juga menjadi motivator bagi anak buah kapal dalam meningkatkan kinerjanya. Ada dua cara untuk memotivasi yaitu dengan cara motivasi positif dan motivasi negatif.
Berdasarkan perilaku seorang pemimpin ada lima jenis kepemimpinan yaitu : kepimimpinan yang mengandalkan pertimbangan-pertimbangan obyektif dan bersendikan fakta kebenaran, mengandalkan kekuasaan, mengandalkan kekuatan (dukungan), kepemimpinan yang berhati angin-angin, mengandalkan kepintarannya.

Pengertian Keterampilan

Menurut Dorothy M.Stewart (1993 : 202) keterampilan adalah “Perilaku, yang menggunakan cara tatap muka, yang berhasil membantu kemajuan dengan hasil yang berguna”.
Keterampilan juga dapat dibagi tiga bagian yaitu :
Ketrampilan konsepsional merupakan keterampilan untuk menentukan strategi yang tepat melalui pemantauan situasi lingkungan yang dihadapi oleh organisasi maupun persaingan yang dialaminya.
Keterampilan kemanusiaan berupa kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain secara baik dan lancer serta menyenangkan.
Keterampilan tehnis merupakan kemampuan untuk merupakan pengetahuan, metode kerja,tehnik-tehnik dan peralatan yang dipakai didalam melaksanakan tugas-tugas baik berasal dari pendidikan, latihan ataupun dari pengalaman sendiri.
C. Keuntungan Dari Peningkatan Keterampilan
Beberapa keuntungan dari peningkatan keterampilan seseorang menurut Dorothy M. Stewart(1993:204-205) adalah:
Menilai dan mengerti situasi tatap muka. Jadi, anda akan memperoleh keuntungan dari kesalahan dari kesalah pengertian yang tidak banyak.
Merencanakan yang realistikbyang khususnya mendukung tatap muka dengan orang. Jadi anda memperoleh keuntungan dari kejelasan tentang apa yang anda maksudkan dan mencapai keberhasilan yang lebih sering.
Memilih dan berprilaku seimbang dan tetap secara objektif. Jadi, anda akan memperoleh keuntungan dengan lebih mudah, dan menyenangkan ada interaksi dalam perjalanan untuk mencapai objektif anda.
Sadar terhadap perilaku orang lain yang dapat mempengaruhi. Jadi, anda akan memperoleh keuntungan dari kemampuan anda dalam berprilaku dan mempengaruhinya dengan kekuatan penuh.

D. Kualitas Kedisiplinan
Kualitas adalah sebuah kata yang bagi pelaksana merupakan sesuatu yang harus Dikerjakan dengan baik. Aplikasi,kualitas sebagai sifat dari penampilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar